Pahami 6 Kebiasaan Pelanggan Sebelum Bisnis UKM Kamu Go Online

Dalam beberapa tahun terakhir kita sering mendengar berbagai kampanye dan program tentang bisnis UKM Go Online. Tujuannya tentu saja potensi pertumbuhan ekonomi dari pengembangan UKM online.

Sayangnya besarnya data penggunaan internet justru terjadi pada segmen konsumsi, bukannya segmen produksi dan promosi.

Bareksa bersama Kominfo merilis sebuah data yang menunjukkan bahwa hingga 2015, jumlah UMKM yang go online hanya 9 persen dari total 57,9 juta UMKM di Indonesia.

6 Juta UMKM akan Go Digital 2020

Tidak jauh berbeda dengan data dari Kemenkop UKM bahwa hanya sekitar 3,79 juta UMKM (8 persen dari total 59,2 juta UMKM di Indonesia) yang sudah menerapkan metode pemasaran online.

Kondisi ini sangat mungkin disebabkan oleh masih banyak pemilik usaha beranggapan bahwa online marketing itu sulit dan mahal, ditambah lagi mereka sudah merasa cukup sukses dengan metode pemasaran konvensional yang membuat mereka enggan untuk bertransformasi secara total ke dunia digital.

Sebagian pemilik usaha juga beranggapan bahwa aplikasi chat sudah cukup bagi mereka untuk menyasar gaya hidup digital para calon konsumen.

MINDSET SHIFTING : OWNER & CUSTOMER

Tahu nggak kalau saat ini di dunia online sering terjadi Mindset Shifting antara pemilik usaha dan user/pelanggan.

Perbedaan mindset antara pemilik usaha dan konsumen

Para business owner merasa lebih penting dan cukup menggunakan aplikasi chat untuk menjangkau pelanggan mereka. Beberapa owner kemudian akan memutuskan menggunakan sosial media dan mungkin ecommerce untuk memperluas dan meningkatkan jangkauan customer. Setelah itu, baru mereka akan mempertimbangkan untuk memiliki sebuah website.

Sudut pandang ini menjadikan website sebagai hal yang dianggap tidak terlalu penting oleh para pemilik usaha.

Fenomena ini berbanding terbalik dari sudut pandang customer/pelanggan, karena hal yang pertama kali biasanya dilakukan oleh customer adalah mencari informasi melalui website.

Berikut ini 6 hal yang biasa dilakukan para calon pelanggan untuk mencari tahu tentang sebuah produk/bisnis di internet:

  1. Hal pertama yang akan customer lakukan biasanya adalah mencari (searching) di mesin pencari.
  2. Setelah itu akan dilanjutkan dengan menggulir (scroll) ke bawah sampai
    menemukan salah satu produk yang dicari dan menarik perhatian/attention (A) mereka, baik
    karena merek/nama, ulasan, atau harga.
  3. Dilanjutkan dengan mengunjungi website bisnis untuk menggali informasi lebih dalam tentang bisnis/produk yang ditawarkan.
  4. Kemudian, user akan melihat media sosial atau daftar lokal bisnis jika membutuhkan informasi tambahan tentang update, testimoni, dan galeri foto produk.
  5. Jika user Interest (I) dan memiliki keinginan/desire (D), mereka tak segan untuk melakukan Action (A), seperti follow akun bisnis di Facebook atau Instagram, bergabung dengan daftar email atau grup chat dari bisnis/produk yang kita tawarkan, hingga membeli.
  6. Ditambah lagi, jika pelanggan merasa puas dengan produk yang sudah dibeli mereka juga tidak akan ragu untuk melakukan pembelian lagi dan lagi (repeat buying). Mereka juga akan dengan senang hati mempromosikan bisnis kita ke orang lain.

Dari 6 poin diatas terdapat beberapa hal yang bisa menjadi rujukan bagi owner agar bisnisnya Go Online dengan sukses.

Seorang pelaku usaha harus mempersiapkan MEREK dan WEBSITE bisnis yang efektif agar bisa tampil di halaman pertama mesin pencari (SEO). Untuk mempertebal kepercayaan dan chemistry dengan pelanggan, owner juga harus membuat SOSIAL MEDIA/LOCAL LISTING dan GRUP CHAT/MAILING LIST. Harapannya pelanggan tidak hanya melakukan pembelian satu kali, tapi dengan senang hati membeli berkali-kali (UPSALE).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.