fbpx
Konten Marketing

Pengertian Clickbait dan 3 Alasan Mengapa Clickbait Harus Dihindari

Alasan Mengapa Clickbait Harus DIhindari

Apakah clickbait itu buruk?

It depends, guys.

Seperti halnya SEO, ada WhiteHat dan BlackHat. Clickbait pun demikian.

Clickbait adalah teknik menarik perhatian orang lain melalui tulisan atau gambar, biasanya membuat orang kepo dan penasaran.

Clickbait sepertinya saat ini semakin menjadi-jadi. Terlebih lagi data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang sangat tinggi (peringkat 3 di Asia).

Makin banyak yang pakai internet, makin banyak orang berpotensi terjebak clickbait saat mengakses media digital.

Kondisi ini pun tidak terlepas dari beberapa faktor yang sepertinya saling berkaitan.

Mulai dari masih lemahnya penerapan literasi digital di Indonesia, yang menyebabkan rendahnya minat baca, sehingga berdampak juga pada hal yang sangat penting yaitu kemampuan pengguna internet melakukan mitigasi resiko sebelum share informasi ke pengguna lain.

Ditambah lagi data dari Global World Digital Competitiveness Index menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 56 dari 63 negara dalam hal kesiapan teknologi dan pengetahuan.

Nah…fenomena inilah yang sejatinya menyebabkan mayoritas masyarakat Indonesia mudah terjebak clickbait…

…dan kemudian pada akhirnya secara sengaja maupun tak sengaja, ikutan terlibat dalam penyebaran hoax.

Bisa kacau kan kalo ketagihan Clickbait…?

Bagi kebanyakan orang, istilah clickbait terlanjur dianggap negatif karena seringkali menipu.

Headline atau gambar cover video tidak sesuai dengan isi konten di dalamnya.

Kamu bisa temukan banyak contoh clickbait di Youtube dan media berita online. Biasanya memainkan judul dan foto thumbnail video.

Bahkan di media sosial seperti Instagram pun kita sering ketemu clickbait.

Tapi, kalo saya bilang itu namanya Slidebait…hehehe.

Contohnya, waktu kita lihat cover sebuah postingan akun publik di Instagram sepertinya topiknya bagus…

…namun ketika swipe right, ke-gap deh dengan iklan pemutih gigi, peninggi badan, atau pembesar anu…hahaha.

Memang jika dibandingkan antara CLICKBAIT dan COPYWRITING untuk iklan konteksnya tidaklah jauh berbeda karena sama-sama bertujuan menarik perhatian.

Kalau gak percaya, coba saja kamu baca beberapa contoh Sales/Landing Page yang ada di internet, kurang membius apa coba kata-katanya?

Namun bisa dikatakan CLICKBAIT itu lebih berkonotasi negatif karena tujuannya menjebak dan terkesan memaksa, sedangkan COPYWRITING itu konotasinya positif karena tujuannya memang jualan menggunakan kalimat promosi.

APA SIH CIRI-CIRI CLICKBAIT?

Sama halnya dengan copywriting, clickbait biasanya berusaha mengeksploitasi salah satu sisi psikologis seseorang yang gak bisa dilawan yaitu CURIOUSITY (rasa penasaran) dan ADDICTED (cenderung mudah ketagihan).

Contohnya dengan membuat headline/cover yang:

  • Headline penuh misteri (inilah, begini faktanya, ternyata)
  • Judul diakhiri titik-titik atau tanda tanya
  • Headline diawali kata-kata bombastis (VIRAL, MERINDING, GAWAT, WASPADA, HEBOH)
  • Foto thumbnail dan tulisan di dalamnya yang terkesan merangsang

Dan meskipun seringkali terjebak, kita tetap saja masih “gatal” dan penasaran untuk meng-klik jika ada headline atau foto yang serupa. Dan akhirnya tertipu lagi.

Ternyata memang sulit melawan umpan klik…hahaha.

Cickbait Bisa Meningkatkan Persentase Bounce Rate

Ketika sebuah headline yang muncul di hasil pencarian Google berhasil mengundang klik dan mendatangkan trafik, namun ternyata konten yang disajikan tidak sesuai ekspektasi audiens, maka audiens akan langsung balik ke Google dan menutup halaman tersebut, sehingga meningkatkan Bounce Rate bagi halaman web tersebut.

Bounce Rate itu mencerminkan kualitas sebuah website atau blog. Semakin RENDAH nilai bounce rate, maka semakin baik kualitas sebuah website.

Nilai Bounce Rate biasanya dapat dilihat pada Google Analytics.

Clickbait Menurunkan Rangking Website

Efek lanjutan dari tingginya nilai Bounce Rate menjadi indikator dan alasan Google untuk menurunkan rangking website kamu di halaman mesin pencari.

Selain itu, ternyata Facebook juga menerapkan aturan yang sama. Pada Agustus 2016, Facebook mengumumkan bahwa mereka mulai menganalisa setiap postingan yang mengandung clickbait berlebihan, terutama postingan dalam bentuk link. Postingan yang terindikasi clickbait akan muncul di bagian paling bawah News Feed.

Clickbait Bisa Membuat Kepercayaan Audiens Berkurang

Sepandai-pandainya sebuah web/channel menjebak audiens lewat clickbait, pasti akan ditinggalkan juga nantinya.

Dari semua resiko yang ada, inilah alasan utama mengapa clickbait harus dihindari.

Kesimpulannya…

It’s better to say no to clickbait.

Daripada menggunakan judul clickbait, lebih baik kita menerapkan judul yang SEO-Friendly pada konten yang kita buat.

Saya biasanya menggunakan SEO Scout Suggest untuk mencari ide frase atau kalimat untuk headline.

In my opinion, clickbait is actually not completely bad as long as the headline truly implies the related and high-quality content in it.

Sebuah judul konten yang over-catchy, asalkan konten di dalamnya sesuai dan juga bermanfaat, pastinya gak akan jadi masalah donk!

Setuju gak?

Referensi: https://yoast.com/not-write-click-bait-headlines/

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *